//
Di antara banyak hal yang hadir dalam hidupku; ternyata peranmu cukup penting, pernah membersamai aku. Hingga tanpa ku sadari, kamu benar-benar begitu penting, sebab di lubuk perasaan yang begitu dalam ternyata kamu masih hidup disana sebagai seseorang yang kucintai.
Aku pernah menepis akan hal itu, tapi tetap saja yang ku cari-cari hingga pagi buta tetap hanya kamu. Di setiap pecahan udara, ia bukan hadir sekedar memberi rasa dingin tapi juga rindu-rindu yang syahdu.
Sudah lama kamu hilang dari genggaman, tapi ingatan segala hal tentangmu masih membersamaiku dengan baik.
Pernahkah kamu mencariku?
Padamu, sudah ku titipkan banyak harap, banyak rasa serta banyak penerimaan.
Aku?
Selalu mencarimu, meski berlembar-lembar ragu mengutuk hari-hariku.
Mungkin kamu tak tahu, bagaimana nelangsanya hidupku tanpamu.
Setiap mengingatmu adalah, lembar-lembar harap yang tak kunjung tercapai.
Bagiku, kamu adalah tempat pulang terindah sebagai rumah yang membuatku tak ingin pindah.
Meski, bagimu aku adalah pelarian terbaik saat dirimu dilanda bosan lalu dengan seenak hati pergi saat aku tak lagi dibutuhkan.
Tidak apa-apa, aku tidak marah. Sebab cinta bagiku tentang ikhlas, bukan tentang bagaimana aku memperhitungkan banyak bahagia yang telah hilang dibawa pergi olehmu.
Padamu, rasaku tetap bermuara dengan penuh ikhlas.
Komentar
Posting Komentar